Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menilik Sejarah Berdirinya Masjid An Nur Kuduk-kuduk

Selasa, 04 Januari 2022 | 7:47 PM WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-09T01:24:18Z
Tampak depan masjid An Nur Kuduk-kuduk. (Foto: Permudaku)

Permudaku - Masjid An Nur Kuduk-kuduk terletak di dusun Kuduk-kuduk desa Patarselamat kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik - Jawa Timur. Masjid ini didirikan pada Tahun 1358 H / 1937 M yang di prakarsai oleh Kiyai Nur Ali Bin Miali bersama beberapa tokoh kampung saat itu.

Tokoh tersebut yaitu Muhammad Hasan Bin Lasip, Ahmadan, Marzuki, Madnawi Bin Said. Tokoh yang ada di Negara Singapura yaitu Abdul Adim Bin Hasan, Abdullah Bin Dulhabit, Abdul Haban Bin Tuhammad dan Hosen Bin Abu Bakar.

Ketua Takmir Masjid An Nur, Osman Majid (54) mengatakan, sebelum masjid An Nur berdiri tahun 1937, Kiyai Nur Ali telah mendirikan sebuah musholla atau langgar yang dikenal dengan nama "Langgher Toa" oleh warga.

"Kegiatan ibadah pada waktu itu berpusat di langgar toa, karena masjid baru berdiri tahun 1937 atau setelah 15 tahun mushollah ada pada tahun 1923," ujarnya.

Pertama kali didirikan pada tahun 1937 Masjid An Nur menggunakan bahan utama kayu, dimana pohon jati yang tumbuh disekitar area masjid digunakan sebagai bahan utama pembangunan masjid tersebut.

Masjid tersebut telah mengalami enam kali renovasi, bentuk keaslian masjid tersebut pun berubah sesuai perkembangan zaman. Renovasi pertama dilakukan oleh Kiyai Muadlan pada tahun 1951 selanjutnya 1980, 1985, 1990, 1995 dan terakhir direnovasi pada tahun 2017.

"Masjid ini sudah beberapa kali direnovasi sehingga bentuknya berubah bersama dengan perkembangan masyarakat saat ini, tetapi empat tiang utama masih dipertahankan yang sebelumnya kayu di ganti dengan beton," ungkapnya.

Pria kelahiran 1968 ini juga menjelaskan, bangunan masjid An Nur ini didirikan di atas tanah berukuran sekitar 304 m2 ini dengan Luas bangunan fisik masjid 16×19 meter persegi.

"Sesuai surat sertifikat itu kurang 16x19 meter itu luas bangunan fisiknya, masjid dibangun di atas tanah milik Dulhadan bin Sahabi dan Abdul Bahri bin Badali yang di waqafkan untuk dibangun masjid," ungkapnya.(Rw)
×
Berita Terbaru Update